Kembali

Konfigurasi VOIP Cisco Packet Tracer ( Basic )

Voice over IP (VoIP) mendefinisikan cara untuk melakukan panggilan suara melalui jaringan IP termasuk digitalisasi dan paketisasi aliran suara. IP Telephony menggunakan standar VoIP untuk menciptakan sistem teleponi dimana fitur tingkat tinggi seperti routing panggilan lanjut, voice mail, contact center, dll, dapat dimanfaatkan.

Disini kita akan mencoba praktek VOIP menggunakan Cisco packet Tracer, dengan topologi seperti dibawah, gunakan lah router tipe 2811 dan switch tipe 2950-24 pada Cisco Packet Tracer.
Lalu buat topologi seperti gambar atau buat seperti yang kalian mau.
Sebelum itu kalian buka setting pada Router bagian config > FlashEthernet0/0 lalu klik centang pada bagian ON.
Lalu masukkan kabel adaptor ke dalam port ip phone. 
Jika port sudah terpasang maka akan seperti pada gambar dan lakukan ip phone yang lain sampai terhubung.
Jika kabel sudah terhubung semua maka kabel berubah berwarna hijau.
Konfigurasi IP Address pada R1 :
Konfigurasi IP Address pada R1 :
  • R1>enable
  • R1#configure terminal
  • R1(config)#int fa0/0
  • R1(config-if)#no sh
  • R1(config-if)#int fa 0/0.10
  • R1(config-subif)#encapsulation dot1q 10
  • R1(config-subif)#ip address 192.168.88.1 255.255.255.0
  • int fa 0/0.10 : membuat sub interface dibawah fa 0/0
  • encapsulation dot1q 10 : menjadikan interface fa 0/0.10 menjadi interface VLAN dalam hal ini Vlan 10
Konfigurasi DHCP pada R1 :
Konfigurasi DHCP pada R1 :
  • R1(config-subif)#ip dhcp pool untukvoip
  • R1(dhcp-config)#network 192.168.88.0 255.255.255.0
  • R1(dhcp-config)#default-router 192.168.88.1
  • R1(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.88.1
option 150 maksudnya adalah ip TFTP Server, TFTP Server itu server yang menyimpan konfigurasi dalam hal ini yang menyman konfigurasi dial-number adalah R1 maka command nya option 150 ip 192.168.88.1, dengan 192.168.88.1 adalah IP R1

Konfigurasi Telphony Service pada R1 :
Konfigurasi Telphony Service pada R1 :
  • R1(dhcp-config)#telephony-service
  • R1(config-telephony)#ip source-address 192.168.88.1 port 2000
  • R1(config-telephony)#max-dn 3
  • R1(config-telephony)#max-ephone 3
  • R1(config-telephony)#auto assign 1 to 3
  • R1(config-telephony)#ephone-dn 1
  • R1(config-ephone-dn)#number 111014
  • R1(config-ephone-dn)#ephone-dn 2
  • R1(config-ephone-dn)#number 111015
  • R1(config-ephone-dn)#ephone-dn 3
  • R1(config-ephone-dn)#number 111016
Fungsinya sebagai berikut:
  • ip source address : perintah untuk membuat sumber telephony service
  • max-dn : maksimal dial number/nomor telepon nya
  • max-ephone: maksimal IP_Phone atau perangkat voip yang dapat didaftarkan
  • auto assign : command untuk memberikan dial-number secara automatis kepada IP_Phone atau perangkat VOIP lainya
Konfigurasi pada SW1 :
Konfigurasi pada SW1 :
  • SW1>enable
  • SW1#conf t
  • SW1(config)#vlan 10
  • SW1(config-vlan)#int fa 0/1
  • SW1(config-if)#switchport mode trunk
  • SW1(config-if)#int range fa 0/2-4
  • Sw1(config-if)#switchport voice vlan 10
Pastikan semua IP_PHONE sudah mendapat nomer telepon masing 2, jika belum coba periksa kembali konfigurasi diatas.
Untuk mengetest lakukan lah panggilan, Untuk melakukan panggilan dari IP Phone, klik pada salah satu IP Phone, kemudian buka mode GUI dan masukan nomor telepon yang dituju dan tekan enter atau klik pada gagang telpon dan telpon dengan nomor yang dituju akan mulai menyala dan berdering